Wednesday, 6 January 2016

Heboh Bonus Listrik PLN Ternyata Benar Adanya, Cek Di Sini

Beberapa waktu ini masyarakat dihebohkan dengan isu 'bonus' listrik bagi pengguna meteran listrik prabayar. Isi dari kabar heboh y... thumbnail 1 summary
Beberapa waktu ini masyarakat dihebohkan dengan isu 'bonus' listrik bagi pengguna meteran listrik prabayar. Isi dari kabar heboh yang dikirim melalui bbm, whatsapp, dan media sosial lainnya tersebut kurang lebih seperti ini; "Untuk pengguna meteran listrik prabayar, bisa dapat bonus listrik, caranya masuk ke http://layanan.pln.co.id/infoprepaid. Lalu masukkan CostumerID atau No.Meteran. Nanti di bagian kwh Non Tunai akan muncul nomor token. Masukin aja ke meteran,". Lantar benarkah informasi ini???

Dikutip dari detik.com, Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun mengatakan bahwa itu benar adanya. Tapi bukan bonus yang benar adalah konpensasi dan dari dulu ada.

Benny menjelaskan, kompensasi yang dimaksud adalah biaya pengganti atas Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) PLN yang tidak sesuai dengan yang ditetapkan. Misalnya, dalam sebulan maksimal mati lampu di suatu daerah hanya 5 kali, namun yang terjadi di lapangan mencapai 6 kali.

"Setiap PLN area atau cabang kan setiap bulan men-declare tingkat mutu pelayanan. Misal paling banyak listrik mati 5 kali, kalau misalkan ternyata sampai 6 kali, maka konsumen dapat kompensasi dari PLN," jelas dia.

Nah, sebagai kompensasinya, PLN menggantinya dengan memberikan 'bonus' listrik. 'Bonus' atau kompensasi tersebut diberikan PLN dalam bentuk tambahan listrik bagi pengguna listrik prabayar dan potongan biaya listrik bagi pengguna listrik pasca bayar.  Yang benar adalah bukan 'bonus' listrik melainkan kompensasi dari PLN, yaitu biaya pengganti atas Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) PLN yang tidak sesuai dengan yang ditetapkan. Besaran kompensasinya sudah ditetapkan PLN.

Apa saja faktor yang membuat PLN harus membayar 'bonus' atau kompensasi kepada pelanggannya?

Pertama, jumlah batas pemadaman dalam satu bulan melebihi jumlah yang telah ditetapkan. Misalnya, di daerah tertentu batas maksimal pemadaman listrik ditentukan hanya 5 kali, namun yang terjadi di lapangan listrik padam hingga mencapai 6 kali.

Kedua, lama pemadaman juga menentukan 'bonus' atau kompensasi. Misalnya, pemadaman listrik paling lama 10 jam dalam sebulan, namun yang terjadi di lapangan pemadaman terjadi hingga 11 jam. Maka, konsumen berhak mendapatkan 'bonus' atau kompensasi dari PLN. Kompensasi akan diberikan jika kelebihannya mencapai 10%, kalau harusnya 10 jam jadi 11 jam kan itu lebih dari 10% maka dapat kompensasi, tapi kalau tidak melebihi 10% tidak dapat kompensasi.

Ketiga, jika kecepatan pelayanan PLN dalam menangani penambahan daya listrik pelanggan dinilai lamban. Itu konsumen berhak mendapatkan kompensasi.

Keempat, kesalahan petugas PLN dalam membetulkan meteran listrik. Dalam waktu 3 bulan, kesalahan yang dimaklumi hanya sekali. Jika dalam 3 bulan, petugas PLN melakukan lebih dari satu kali kesalahan, maka konsumen berhak mendapatkan kompensasi dari PLN.

Terakhir, soal kecepatan mengoreksi rekening listrik. Batasan maksimal koreksi rekening listrik selama 3 hari, namun jika petugas mengerjakan lebih dari 3 hari, maka konsumen berhak mendapatkan kompensasi dari PLN.

---

Nah bagaimana mndapatkan nilai konpensasi ini. Berikut langkah singkatnya yang dapat kamu lakukan;
  • Buka situs PLN di halaman ini >> http://layanan.pln.co.id/infoprepaid
  • Masukkan ID Pelanggan atau Nomor Meter di bagian info pelanggan, tekan cari atau enter saja
  • Keluar tampilan seperti gambar paling atas artikel ini, di halaman ini menampilkan informasi pelanggan, history pembelian token pelanggan, dan paling bawah ada bagian transaksi Token kWH Non Tunai.
  • Nah di bagian transaksi Token kWH Non Tunai inilah yang menjadi konpensasi yang dapat Kamu ambil. Silahkan catat dan input di meter PLN Kamu untuk mendapatkan jumlah kWH konpensasi ini. Jumlahnya bervariasi sekitar 9,5 kWH per bulan. Lumayan kan kalau dikali dengan beberapa bulan.

Ayo segera buka dan ambil token konpensasinya. Selamat mencoba..

No comments

Post a Comment